Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Alain Prost

Ini adalah artikel pilihan. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Prost" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihatProst (disambiguasi).

Alain Prost
Prost pada tahun 2015.
LahirAlain Marie Pascal Prost
24 Februari 1955 (umur 70)
Lorette, Loire,Prancis
Tinggi1,67 m (5,5 ft)
Berat61 kg (134 pon)
Suami/istri
Anna-Marie Prost
(m. 1980, divorced)
Anak3, termasukNicolas
KarierKejuaraan Dunia Formula Satu
Kebangsaan Prancis
Tahun aktif19801991,1993
TimMcLaren,Renault,Ferrari,Williams
MesinFord,Renault,TAG,Honda,Ferrari
Jumlah lomba202 (199 start)
Juara Dunia4 (1985,1986,1989,1993)
Menang51
Podium106
Total poin768.5 (798.5)
Posisi pole33
Lap tercepat41
Lomba pertamaGrand Prix Argentina 1980
Menang pertamaGrand Prix Prancis 1981
Menang terakhirGrand Prix Jerman 1993
Lomba terakhirGrand Prix Australia 1993
Tanda tangan
IMDB: nm1169354X: Prost_officialInstagram: a.prostMusicbrainz: e2f77a73-2c88-4d72-b380-0b3e350de491Modifica els identificadors a Wikidata

Alain Marie Pascal Prost,OBE,Légion d'honneur (lahir 24 Februari 1955) merupakan mantan pembalapFormula Satu asalPrancis yang sudah empat kali merebutgelar juara dunia F1. Dari 1993 hingga 2001, Prost memegang rekor sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak yaitu 51 kali kemenangan.Michael Schumacher kemudian memecahkan rekor tersebut padaGP Belgia 2001. Prost juga menerima gelar sebagai salah satu atlet terbaik Abad 20 bersamaPelé,Muhammad Ali,Carl Lewis, danSteffi Graf.[1]

Prost memulai balapan kartingnya pada usia 14 tahun saat ia berlibur bersama keluarganya. Ia lantas berkompetisi dalam berbagai ajang junior, di mana ia kemudian memenangkan kejuaraan Formula Junior Prancis dan Eropa tiga kali berturut-turut, sebelum bergabung dengan timMcLaren pada tahun 1980 di usia 25 tahun. Ia kemudian berkembang cepat di ajang F1 dan meraih kemenangan perdananya di rumah sendiri padaGP Prancis 1981, satu tahun setelah ia masuk ke F1, di mana saat itu ia bergabung dengan tim Prancis,Renault F1.

Selama 1980-an dan sampai awal 1990-an, Prost membentuk persaingan sengit dengan beberapa pembalap, terutamaAyrton Senna, dan jugaNelson Piquet sertaNigel Mansell. Pada tahun 1986, di lomba terakhir musim itu, Prost berhasil menjadi juara dunia setelah Nelson Piquet kandas saat melakukan pitstop dan Nigel Mansell tersingkir dari lomba. Ayrton Senna lantas bergabung dengan Prost di McLaren pada tahun 1988 dan keduanya kemudian memiliki rivalitas yang tinggi yang sering kali berbau kontroversial, termasuk tabrakan diGrand Prix Jepang 1989 yang memberikan Prost gelar juara dunia untuk ketiga kalinya. Setahun kemudian di tempat yang sama pula mereka bertabrakan lagi, tetapi kali ini Prost, yang mengemudi untuk Ferrari, kalah. Sebelum akhir musim 1991 Prost secara mendadak dipecat olehFerrari karena berkata lantang dengan mengatakan bahwa mobil Ferrarinya miriptruk.[2] Setelah cuti sementara pada tahun 1992, Prost bergabung dengan timWilliams di 1993, dan kemudian kembali menjadi juara dunia setelah juara 1992, Nigel Mansell keluar dari F1 untuk berkompetisi diCART. Sesaat setelah berhasil menjadi juara dunia 1993, Prost lantas memutuskan untuk pensiun,[3] dan menyerahkan kursinya di Williams pada mantan rival beratnya, Ayrton Senna.

Pada tahun 1997, Prost mengambil alih tim F1 Prancis, Ligier, dan menjalankannya dengan namaProst Grand Prix sampai bangkrut pada tahun 2002. Tim Prost kemudian ia hidupkan lagi untuk turun berlaga di ajang Andros Trophy, yang merupakan kejuaraan balap di atas es.[4][5] Di ajang ini Prost sukses meraih 38 kemenangan lomba dan tiga gelar kejuaraan pembalap.[6]

Prost banyak disebut orang sebagai pembalap dengan gaya halus dan santai di belakang kemudi. Ia sendiri menyebut bahwa dirinya terinspirasi oleh idola pribadinya sepertiJackie Stewart danJim Clark.[7] Prost sering dijuluki sebagai "Profesor" berkat pendekatan intelektual dalam kompetisi balap F1. Ia dikenal terampil menyiapkan mobilnya untuk kondisi balapan, dan juga handal dalam menghemat rem dan ban di awal lomba, dengan harapan bisa digeber sampai akhir perlombaan.[8] Jurnalis olahraga bermotorDenis Jenkinson menjelaskan Prost sebagai: "orang yang sangat hangat dan simpel yang tidak bergantung pada semangat atau inspirasi. Ia juga tidak memanjakan diri dengan kecakapan memainkan pertunjukan atau beragam omong kosong. Ia memiliki tingkat disiplin mental yang tinggi di luar pemahaman kebanyakan orang."[9]

Kehidupan pribadi

Alain Prost padaGrand Prix F1 Kanada 2008.

Alain Prost lahir dekatSaint-Chamond, di départementLoire,Prancis, dari pasangan André Prost dan Marie-Rose Karatchian. Keluarga Prost merupakan warga negara Prancis keturunanArmenia.[10][11] Prost memiliki satu adik bernama Daniel, yang meninggal karena kanker pada bulan September 1986.[12] Walaupun memiliki postur tubuh yang pendek, Prost termasuk anak yang aktif dalam olahraga atletik saat sekolah, dan juga sangat antusias untuk ambil bagian dalam beragam olahraga sewaktu ia masih anak-anak. Olahraga yang ia tekuni antara lain:gulat,sepak bola, dan roller skating. Sempat mengalami patah hidung beberapa kali akibat bermain sepak bola.[13] Prost lantas terpilih sebagai pelatih tim sepak bola di sekolahnya, dan sempat bermimpi untuk menjadi pemain sepak bola nasional Prancis sebelum ia menemukan ajang balapan pada usia 14 tahun saat liburan keluarga. Olahraga baru ini dengan cepat menjadi pilihan kariernya.[14]

Prost menikah dengan Anne-Marie (lahir 14 Februari 1955). Mereka memiliki dua putra, Nicolas (lahir 18 Oktober 1981) dan Sacha Prost (lahir 30 Mei 1990).[15] Prost juga memiliki seorang putri, Victoria.[16] Pada 2008, Nicolas turun sebagai pembalap di kejuaraan F3000 Euroseries dengan tim Elk Motorsport.[17][18] Prost sempat tinggal di kota kelahirannya, Saint-Chamond, sampai ia dan timnya Renault turun di F1 di awal 1980-an. Pada bulan April 1983, keluarga Prost pindah ke Sainte-Croix, Swiss dan tak lama kemudian pindah lagi ke Yens,Swiss.[19] Mereka tinggal di sana sampai November 1999, ketika mereka pindah ke Nyon di negara yang sama.[20]

Prost mendapat penghargaanLégion d'honneur yang diberikan oleh Presiden PrancisFrançois Mitterrand pada tahun 1985.[19]

Karier awal

Prost menjuarai beberapa ajang karting saat ia masih remaja. Pada tahun 1974 ia meninggalkan sekolah untuk menjadi seorang pembalap penuh, dan ia juga mendukung dirinya dengan menjadi ahli modifikasi mesin dan menjadi distributor go-kart. Salah satu prestasi terbesarnya adalah memenangkan kejuaraan gokart senior Prancis pada 1975 dan semusim turun di ajang Formula Renault Prancis[21][22] pada tahun yang sama, untuk selanjutnya pada tahun 1976 ia menjadi juara di Formula Renault.[19]

Prost kemudian memenangkan kejuaraan Formula Renault Eropa 1977, sebelum pindah keFormula Tiga (F3) pada tahun 1978, dan pada tahun pertamanya di ajang Formula Tiga, Prost hanya mampu meraih satu kemenangan saja. Pada tahun 1979 ia kemudian berhasil memenangkan kejuaraan F3 baik di dalam negeri Prancis dan regional Eropa (dengan koleksi 9 kemenangan dari 13 balapan). Hasil tersebut membawanya masuk sebagai nominasi pilihan bagi beberapa tim F1 saat itu. Setelah mempertimbangkan pilihan dengan hati-hati, ia memilih untuk bergabung denganMcLaren untuk musim F1 1980.[23]

Karier Formula Satu

1980: McLaren (bagian pertama)

Prost memulai kariernya dengan McLaren pada tahun 1980 bersama pembalap IrlandiaJohn Watson. Pada debutnya diArgentina ia finish di tempat keenam yang berarti langsung mencetak poin di balapan perdananya, sesuatu yang dicapai oleh hanya segelintir pembalap. Prost menambahkan empat poin lagi selama musim 1980, dengan mencetak poin diBrasil,Inggris, danBelanda. Prost finish di posisi 15 dalam klasemen kejuaraan pembalap, dengan poin yang setara dengan mantan juara duniaEmerson Fittipaldi. Meskipun menjalani musim debutnya dengan gemilang, Prost mencatatkan juga beberapa kecelakaan. Salah satunya adalah saat ia patah pergelangan tangannya dan menderita gegar otak ringan. Pada akhir musim, walaupun memiliki dua tahun tersisa di kontraknya, ia meninggalkan McLaren dan hengkang keRenault. Prost mengatakan bahwa ia pindah ke Renault adalah akibat terlalu sering disalahkan sebagai penyebab kecelakaan.[23]

1981–1983: Renault F1

Mobil F1 Alain Prost tahun 1983:Renault RE40, yang nyaris saja mengantarkan dirinya menjadi juara dunia.

Prost kemudian bermitra dengan sesama pembalap PrancisRené Arnoux di Renault untuk musim 1981. Wartawan olahraga bermotor Nigel Roebuck menuliskan laporan bahwa ada masalah rivalitas antara Prost dan Arnoux sejak awal musim 1981, Prost mengklaim dirinya akan langsung lebih cepat daripada rekannya yang lebih berpengalaman itu.[24] Sayangnya Prost tidak berhasil menyelesaikan dua balapan pertama musim 1981, karena terlibat tabrakan denganAndrea de Cesaris diLong Beach dan denganSiegfried Stohr diJacarepaguá, tetapi ia lantas berhasil bangkit dengan mencetak podium finish pertamanya diArgentina. Ia kembali gagal pada empat balapan berikutnya sebelum akhirnya menang untuk pertama kalinya di balapan rumahnya diPrancis, dengan finish dua detik di depan pembalap senior yang juga merupakan mantan rekan setimnya,John Watson.[25] Prost lantas memenangkan dua balapan lagi selama musim 1981 yaitu di Hockenheimring danLas Vegas. Prost lantas berada di posisi lima klasemen pembalap musim 1981, dengan hanya berselisih 7 poin saja dari juara duniaNelson Piquet.[26]

Prost memenangkan dua balapan pertama musim 1982 diAfrika Selatan danBrasil. Ia nyaris saja menjadi juara pada empat balapan selanjutnya tetapi gagal karena beberapa kesalahan. Meskipun Prost gagal finish dalam tujuh balapan, Prost berhasil finish di posisi ke-4 klasemen pembalap, tetapi dengan total poin yang lebih sedikit dibandingkan musim sebelumnya. Hubungannya dengan Arnoux memburuk lebih lanjut setelah GP Prancis. Prost berpendapat bahwa Arnoux, yang memenangkan perlombaan di Prancis, sebenarnya telah membuat perjanjian pra-lomba untuk mendukung Prost selama perlombaan, dan kemudian malah mengingkarinya saat balapan. Hubungannya dengan media Prancis juga memburuk. Prost berkomentar bahwa "Ketika saya pergi ke Renault wartawan menulis hal-hal baik tentang saya, tetapi pada tahun 1982 saya telah dianggap mereka menjadi seperti orang jahat."[24]

René Arnoux kemudian meninggalkan Renault pada tahun 1983, dan pembalapAmerika SerikatEddie Cheever menggantikannya sebagai mitra baru Alain Prost. Prost meraih empat kemenangan untuk Renault selama musim 1983 dan berhasil menjadi juara kedua dalam klasemen pembalap, dua poin di belakang Nelson Piquet. Piquet dan tim Brabham yang konsisten di 1983 berhasil mengandaskan impian Prost dan Renault dalam beberapa balapan menjelang akhir musim. Prost, yang merasa tim terlalu konservatif dalam mengembangkan mobil, mendapati dirinya semakin bertentangan dengan keinginan manajemen Renault, yang menuduhnya sebagai kambing hitam karena gagal untuk memenangkan kejuaraan. Selain itu, para penggemar F1 Prancis rupanya masih mempersoalkan perjuangan pahit yang menyebabkan favorit mereka, René Arnoux, meninggalkan tim di awal 1983. Sebagai akibatnya, Alain kemudian dipecat hanya dua hari setelah balapan terakhir musim. Ia lantas kembali masuk untuk McLaren untuk musim 1984 dan beberapa hari kemudian ia dan keluarganya pindah rumah keSwiss.[24]

1984–1988: McLaren (bagian kedua)

Prost di tahun 1984.

Prost lantas pulang ke McLaren dan bergabung dengan juara dunia dua kaliNiki Lauda pada tahun 1984. Ia lantas mendorong McLaren MP4/2 yang menggunakan mesin TAG-Porsche untuk bisa bersaing di barisan depan. Prost kehilangan kesempatan untuk menjuarai kejuaraan dunia setelah kalah dari Lauda di balapan terakhir dengan selisih setengah poin, walaupun sebenarnya Prost memenangkan tujuh lomba dan Lauda hanya lima. Balapan terbaik dari Prost adalah saat GP Monako ketika saat itu ia secara kontroversial memenangi balapan setelah terlibat persaingan sengit denganAyrton Senna dan Stefan Bellof, dan kemudian Senna berhasil menyalip Prost namun aksi menyalipnya dibatalkan seiring keluarnya bendera merah tanda penghentian lomba akibat hujan lebat. Berdasarkan peraturan Formula Satu, Prost hanya menerima setengah dari sembilan poin yang biasanya diberikan untuk kemenangan.[27]

Alain Prost mengemudikan mobilMcLaren MP4/2B diGrand Prix Jerman 1985.
Kokpit mobil F1 McLaren TAG-Porsche Prost yang bermesin turbo, dari tahun Kejuaraan Dunia pertamanya.

Pada tahun 1985 Prost menjadi orang Prancis pertama yang menjadi juara dunia F1. Ia memenangkan lima dari enam belas Grand Prix selama musim 1985 berjalan. Ia juga memenangkanGrand Prix San Marino, tetapi didiskualifikasi setelah mobilnya diketahui memiliki berat yang tidak sesuai dengan peraturan.[28]Michele Alboreto kemudian dinyatakan sebagai pemenang di San Marino. Atas prestasinya di 1985, Alain Prost kemudian memperoleh gelar Légion d'honneur di negara kelahirannya, Prancis.[29]

Niki Lauda pensiun pada tahun 1986, dan digantikan oleh juara dunia 1982,Keke Rosberg. Prost berhasil mempertahankan gelarnya, meskipun mobilnya berjuang melawan mobil Williams yang bertenaga mesinHonda, dengan duet pembalapNelson Piquet danNigel Mansell. Keberuntungan datang pada Prost diGP Australia 1986,[30] saat di mana ia bersama Piquet dan Mansell masuk menjadi kandidat juara dunia. Prost memiliki jumlah kemenangan yang sama seperti Piquet, tetapi ia juga punya prestasi empat kali menduduki tempat kedua sementara Piquet tiga, dengan demikian Prost berhasil duduk di P2 klasemen sebelum balapan terakhir. Yang terjadi di Australia, Nigel Mansell mencoba bermain aman di P3 di belakang Piquet dan Prost (semua yang diperlukan untuk memenangkan gelar juara), namun kemudian Mansell mengalami kegagalan ban pada kecepatan tinggi, dan jatuh keluar. Tim Williams kemudian memanggil Nelson Piquet untuk mengganti ban sebagai pencegahan keselamatan, dan sekaligus menyerahkan kemenangan balapan—dan juara dunia—kepada Prost.[31]

Dengan Keke Rosberg yang pensiun dari Formula Satu di awal musim 1987,Stefan Johansson mengisi kursi McLaren untuk menemani Prost dengan bantuan uang dari Marlboro.[32] Meskipun McLaren bersama Prost tidak diunggulkan untuk musim 1987, ia berhasil menjadi penantang Piquet dan Mansell hampir sampai akhir musim, dengan memenangi tiga balapan dan memecahkan rekor Jackie Stewart total 28 kemenangan. Namun karena power mesin TAG kurang kuat dibandingkan Honda yang dimiliki Williams, Prost hanya mampu berada di P4 klasemen akhir dengan selisih 30 poin dari juara dunia Nelson Piquet.[33]

Prost membalap untuk tim McLaren diGrand Prix Kanada 1988.

Meskipun Nelson Piquet memenangkan gelar pembalap dan Williams memenangkan gelar konstruktor, Honda memutuskan untuk tidak meneruskan pasokan mesin untuk Williams karena penolakan dariFrank Williams yang menolak pemakaianSatoru Nakajima sebagai pembalap. Honda lantas pindah ke McLaren di 1988, dan Prost mendapatkan rekan setim yang baru, Ayrton Senna. Bersama Senna, Prost lantas terlibat rivalitas sengit, dan turut membantu McLaren mencatatkan poin tertinggi di 1988 dengan raihan 15 kemenangan dari 16 lomba. Prost nyaris saja menjadi juara dunia, tetapi peraturan menyatakan bahwa hanya 11 dari 16 lomba yang diambil sebagai penilaian untuk kejuaraan dunia. Prost lantas menjadi kritikus utama aturan ini, yang kemudian akan menjadi sebuah revisi besar untuk F1 di musim 1990.[34]

Musim 1989, Prost melanjutkan pertarungannya dengan Senna untuk perebutan gelar juara dunia. Mereka lantas bersaing ketat sampai akhir musim, dengan puncak pertarungan diGP Jepang 1989. Prost dan Senna bertarung secara kuat di balapan ini, dan bahkan mereka sampai bersenggolan dan kemudian terhempas saat masuk chicane.[35] Senna yang berhasil kembali masuk ke trek dan kemudian menyalipAlessandro Nannini memenangi lomba, tetapi kemudian di diskualifikasi akibat insiden melawan Prost tadi dan dengan ditambah alasan bahwa Senna memotong chicane. Prost akhirnya dinyatakan sebagai juara dunia secara kontroversial setelah Ayrton Senna hanya dikenai denda akibat ulahnya tersebut.[36] Setelah kejadian tersebut, Prost memiliki keyakinan bahwa Honda danRon Dennis melihat Ayrton Senna sebagai masa depan tim. Dengan melihat kejadian di Suzuka, Prost ingat bahwa dia hanya memiliki satu mobil dengan maksimal empat atau lima mekanik, sementara rekan setimnya yaitu Arton Senna diberikan dua mobil dan 20 orang mekanik di sekelilingnya. Sebagai hasilnya, Prost mengumumkan sejak jauh-jauh hari di Juli 1989 bahwa ia akan mengundurkan diri dari McLaren dan Sang Professor ini akan segera bergabung denganScuderia Ferrari.[37]

1990–1991: Scuderia Ferrari

Alain Prost dan timFerrari diGrand Prix Amerika Serikat 1990.

Alain Prost masuk menggantikanGerhard Berger di Ferrari dan bermitra dengan pembalapInggrisNigel Mansell untuk tahun 1990. Sebagai juara dunia bertahan, Prost mengambil alih posisi sebagai pemimpin tim dan ia saat itu mengaku sudah lebih relaks dan rendah diri dibandingkan Mansell. Mansell sendiri sempat teringat satu peristiwa diGrand Prix Inggris 1990, ketika ia menyetir mobil yang tidak sama seperti biasanya. Mekanik mobil Prost kemudian melihat hal itu dan berprasangka bahwa Mansell memiliki mobil lebih bagus ketimbang Prost.[38] Prost yang tidak tahu hal ini secara ajaib berhasil memenangkan lima balapan untuk Ferrari tahun itu, di Brasil, Meksiko, Prancis, Inggris dan Spanyol. Prestasi paling mengagumkan adalah di Grand Prix Meksiko, di mana ia menang setelah memulai start dari posisi 13. Dalam kedua balapan yaitu di Meksiko dan Spanyol, ia memimpin Mansell dan Ferrari di posisi 1-2 sampai lomba selesai. Prestasi Prost yang bagus kembali mengantarkannya masuk ke dalam kandidat juara dunia. Tapi kembali lagi kisah GP Jepang 1989 terulang, dan Prost kembali lagi bertabrakan dengan Senna diJepang, kali ini di tikungan pertama selepas start. Prost hanya berada di posisi kedua klasemen pembalap dengan selisih tujuh poin dari Senna dan Ferrari berada di P2 klasemen akhir konstuktor di belakang McLaren.[39]

Prost diGrand Prix Amerika Serikat 1991.

Pada tahun 1991, Mansell meninggalkan tim Scuderia, karena hubungan yang tidak stabil dengan Prost,[40] dan ia bergabung kembali ke tim lamanya, Williams. Pengganti Mansell adalah pembalap Prancis lainnya,Jean Alesi, yang telah memukau seisi grid F1 selama dua tahun sebelumnya di tim Tyrrell. Ferrari tampak memasuki masa penurunan, sebagian di antara masalah mereka adalah karena mesin V12 tidak lagi kompetitif terhadap mesin yang lebih kecil, yaitu versi V10 yang terkenal akan efisiensi bahan bakar dan juga berat yang lebih ringan. Sasis Ferrari, meskipun telah berulang kali di revisi besar-besaran sejak GP Prancis masih juga tidak mampu selevel dengan McLaren dan Williams. Prost tidak satupun memenangkan lomba di 1991, dan ia hanya mendapatkan posisi podium lima kali. Ia melampiaskannya kekesalannya pada tim Italia dan kemudian emosi Prost ini pun dibalas balik oleh kritikan dari publik Italia dan Prost malah berbicara lantang dengan mengatakan bahwa mobil Ferrari-nya tidak lebih baik daripada truk.[41][42] Sebagai akibatnya, ia lantas dipecat secara tidak hormat sebelum akhir musim, tepat sebelumGrand Prix Australia.[43] Posisi Alain Prost kemudian digantikan olehGianni Morbidelli untuk balapan akhir musim 1991, dan olehIvan Capelli untuk musim berikutnya. Meski dipecat, Ferrari tetap membayar gaji sesuai kontrak yang masih berjalan untuk Prost.[44]

1993: Williams F1 (akhir karier)

Williams FW15, sasis yang digunakan Alain Prost dimusim 1993.

Gagal mendapat tim dengan performa kompetitif, Prost memutuskan untuk cuti sementara di musim1992, yang didominasi oleh Nigel Mansell di Williams-Renault.[45] Setelah mendengar bahwa Prost akan kembali pada tahun 1993, Mansell meninggalkan Williams untuk membalap di seri CART. Prost dengan klausul kontraknya yang semakin rumit, meminta agar Williams tidak menarik pembalap sekaliber seperti Ayrton Senna pada tahun yang sama.[46] Akhirnya sebagai mitra dipilihlahDamon Hill untuk menemani Prost di 1993. Pembalap sebelumnya, Riccardo Patrese memilih hengkang ke Benetton karena muak mendengar permintaan Prost tersebut meskipun Patrese sebetulnya masih memiliki peluang untuk bertahan di tim.[47]

Photograph of an F1 car being driven perpendicular to camera
Blue Formula One car turning slightly.
Prost mengendarai mobil Williams-Renault FW15C 1993 miliknya diSilverstone (kiri) danAdelaide (kanan).

Di musim terakhirnya di F1 ini, Alain Prost akhirnya berhasil memenangi gelar juara dunianya yang keempat kali, sekaligus yang terakhir, setelah membalap tanpa persaingan berarti dari Ayrton Senna dengan mobil McLaren-Ford yang buruk. Damon Hill sempat beberapa kali merepotkan Prost, tetapi atas persetujuan tim, ia dilarang untuk mengalahkan seniornya tersebut. Di akhir musim di GP Portugal, Prost mengumumkan bahwa ia tidak akan menetap bersama Williams untuk 1994, dan Senna diumumkan sebagai penggantinya untuk musim 1994. Prost sendiri memutuskan untuk pensiun sebagai pembalap F1. Di balapan terakhir di Adelaide, Prost memeluk mantan rekan setimnya Ayrton Senna, dan meminta maaf apabila selama mereka bersaing dulu ada tindakkan dari Prost yang tidak berkenan di hati Senna.[48] Prost sendiri kemudian dianugerahi gelarOBE dariRatu Elizabeth II pada akhir tahun 1993.[48] Rekor mengagumkan Prost adalah 51 kemenangan balapan (Michael Schumacher memecahkan rekor Prost tersebut di musim 2001). Selain itu, Sang Professor juga masih memegang rekor sebagai pembalap terbanyak yang melakukan start dengan mesin turbo (126 kali), dan menjadi pemenang paling banyak di GP Prancis untuk kategori pembalap tuan rumah. Sampai saat ini pun hanya Alain Prost-lah satu-satunya pembalap Prancis yang memenangi balapan di kandang sendiri.[49]

Rivalitas

Persaingan denganAyrton Senna

Persaingan antara Prost denganAyrton Senna adalah salah satu persaingan yang terkemuka. Persaingan ini diawali pada musim 1988, ketika Senna bergabung dengan Prost di timMcLaren. Persaingan di antara keduanya paling terkemuka terjadi padaGrand Prix Portugal 1988, di mana Senna mencoba untuk memblok Prost dari mengambil pimpinan balap dengan "memaksa" Prost untuk berjalan berdekatan dengan tembok pit. Prost kemudian berhasil keluar dari pinggir mobil Senna, mengambil pimpinan, dan kemudian masuk pada tikungan pertama, namun dia tetap marah terhadap Senna atas maneuver berbahaya yang ia lakukan.[50]

Persaingan semakin menjadi intensif pasca GP San Marino 1989, di mana kedua pembalap menyutujui di mana keduanya akan mendapatakan jalan masing – masing menuju tikungan pertama. Pada saat balapan dimulai, Senna segera meninggalkan garis awal dan Prost kemudian mengikutinya melewati tikungan pertama, tanpa memasuki jalan Senna. KecelakaanGerhard Berger pada putaran keempat menghentikan balapan. Pada saat dimulai kembali, adalah saat bagi Prost menjauh dibandingkan pembalap lainnya, namun Senna memaksa jalan dirinya untuk melewati Prost di tikungan pertama, yang menghancurkan perjanjian di antara keduanya pada awal balapan, membuat Prost sangat geram akan Senna. Prost sendiri kemudian justru dimarahi oleh tim McLaren, yang agaknya mendukung Senna. Hal itu membuat dirinya memilih untuk bergabung denganScuderia Ferrari untuk musim 1990.[51]

Persaingan ini mencapai puncaknya pada akhir musim 1989, di mana gelar juara dunia ditentukan di antara Senna dan Prost padaGrand Prix Jepang di Suzuka. Kedua pembalap McLaren bertabrakan di sebuah tikungan ketika Prost memblok usaha Senna melewati dirinya. Prost berjalan meninggalkan balapan ketika Senna kembali ke trek dengan secara illegal memotong tikungan. Walau kemudian ia memenangkan balapan, manuver tersebut membuat dirinya terdiskualifikasi. Setelah banding yang diajukan McLaren gagal, Senna diharuskan membayar denda 100.000Dolar AS dan skors enam bulan. Hal ini membuat Senna menuduh bahwa PresidenFIAJean-Marie Balestre menguntungkan Prost. Diskualifikasi Senna berarti membuat Senna secara hitungan matematis tidak mungkin menyalip total poin Prost, sehingga juara dunia tahun 1989 diraih oleh Prost. Terdapat banyak perdebatan mengenai apakah Prost sengaja menabrak Senna, atau apakah Senna terlalu berambisi dalam manuver pengambilan posisi, atau apakah kecelakaan ini hanya insiden balapan di antara dua rekan balap yang saling sakit hati.[52]

Musim 1990 kembali memperlihatkan kedua pembalap kembali terlibat dalam kecelakaan. Saat itu, Senna memimpin di depan Prost, yang kini denganFerrari, dalam perebutan gelar juara dunia. Prost telah terkualifikasi di posisi kedua untuk balapan kedua dari akhir musim ini diSuzuka, Jepang, dan Senna berada di tempat pertama. Sebelum balapan, Senna telah menyatakan keberatannya bahwa sisi awal balapannya merupakan sisi yang kotor, yang berarti dia akan grip yang lebih sedikit dan karenanya ia akan memulai balapan lebih lambat dibanding dengan Prost, yang menurutnya memulai balapan di sisi yang bersih. Namun, keberatan Senna ini ditolak oleh FIA.[53] Pada awal balapan, Prost memulai balapan lebih baik, namun pada saat pengereman di tikungan pertama, Senna menolak untuk menjauhkan diri, sehingga menabrak Prost pada kecepatan 160mpj (260kpj). Hal itu membuat gelar menjadi milik Senna.[54] Prost yang hampir pension dari dunia olahraga, menyatakan, "Apa yang ia lakukan adalah menjijikan. Dia adalah pria tanpa nilai."[25] Setahun kemudian, Senna mengakui pergerakan yang dilakukan dirinya adalah pergerakan yang telah direncanakannya sebelumnya, dalam rencana bals dendam atas Prost yang mengambil keduanya keluar dari balapan di tikungan di tempat yang sama tahun sebelumnya dalam posisi yang hamper sama.[55]

Terdapat sebuah insiden kontroversial pada musim1991. Prost yang tergabung bersama Ferrari tidak dapat untuk menantang Senna yang tergabung dengan McLaren, secara teratur. Pada GP Jerman 1991, Prost bertarung dengan Senna untuk posisi keempat. Namun, Prost merasa bahwa Senna bertahan dengan terlalu agresif dan memaksa Prost untuk mengambil tindakan penghindaran melalui jalan yang dapat digunakan untuk keluar. Prost kemudian membuat mesin mobilnya mati, namun dapat kembali dalam balapan. Ironisnya, Senna kehabisan bahan bakar pada putaran terakhir di tempat yang sama.[52]

Prost kemudian mengambil cuti panjang pada tahun1992, sementara Senna bertarung keras karena mobil McLaren-nya tak lagi kompetif untuk bertarung dengan tim Wiliiams. Ketika Prost mengumumkan bahwa dirinya akan bergabung dengan Williams untuk musim 1993 yang akan dating, Senna ingin bergabung pula dengan Williams, karena mereka merupakan tim terbaik. Namun, Prost memiliki klausul dalam kontraknya, di mana Prost melarang Senna sebagai rekan satu timnya, dan Senna yang sangat geram saat itu, menyebut Prost sebagai seorang pengecut selama sebuah konferensi pers diSirkuit Estoril,Portugal.[56]

Pada musim1993, Prost dan Senna kembali melanjutkan persaingan mereka di arena balap. Prost dikawal oleh kepolisian setempat untuk menuju sirkuitInterlagos untukGrand Prix Brasil, karena "permusuhan" Senna atas Prost.[57] Keduanya melanjutkan pertarungan di trek antara keduanya dalamGrand Prix Britania Raya diSilverstone, di mana Senna secara agresif, mempertahankan posisinya atas Prost. Pada Grand Prix terakhir Prost, yakniGrand Prix Australia, Prost ditarik ke atas oleh Senna menaiki tempat tertinggi podium untuk sebuah rangkulan.[58]

Pada1 Mei1994,Ayrton Sennameninggal dunia dalamGrand Prix San Marino. Prost menjadi salah seorang pengusung jenazah Senna.[59] Prost kemudian berbicara empat tahun setelah kematian Senna. Prost memberitahu Nigel Roebuck, seorang jurnalisInggris, bahwa ia "selalu menolak untuk berbicara mengenai dirinya." Ketika Senna meninggal, Prost menyatakan bahwa "sebuah bagian dari dirinya juga telah mati", karena karier mereka telah begitu terikat dengan Senna.[60] Senna juga merasakan perasaan yang sama ketika Prost pensiun pada akhir musim 1993, ketika dia mengakui seorang sahabat dekatnya, bahwa dia menyadari begitu besar motivasi dirinya, datang dari pertarungan dengan Prost. Hanya beberapa hari sebelum kematiannya, ketika pengambilan film sebuah putaran di Imola untuk televisi PrancisTF1, dia disambut Prost, kemudian kepada seorang cendikiawan di saluran televisi tersebut, ia menyatakan, "Aku ingin menyabut kembali temanku Alain - kami semua merindukanmu...". Prost menyatakan bahwa dia sangat tersentuh oleh hal itu.[61]

Perbandingan dengan rekan setim

Dalam perjalanan kariernya, secara statistik, Alain Prost berhasil mengalahkan hampir semua rekan setimnya, di mana lima di antaranya merupakan juara dunia. Pengecualian hanya untuk musim 1984, saat ia dikalahkanNiki Lauda dengan setengah poin, dan di musim perdana Prost di 1980, di mana ia dikalahkanJohn Watson. Pada 1988, meskipun Prost secara statistik mencatatkan poin lebih banyak dibandingAyrton Senna, namun secara regulasi hanya 11 dari 16 ronde balapan yang diambil sebagai penghitungan nilai untuk kejuaraan dunia, yang akhirnya dimenangi oleh Senna.

MusimPoin ProstPoin rekan
setimnya
Rekan setim
198056John Watson
19814311René Arnoux
19823428René Arnoux
19835722Eddie Cheever
198471.572Niki Lauda
198573 (76)14Niki Lauda
198672 (74)22Keke Rosberg
19874630Stefan Johansson
198887 (105)90 (94)Ayrton Senna
198976 (81)60Ayrton Senna
199071 (73)37Nigel Mansell
19913421Jean Alesi
19939969Damon Hill

Kehidupan setelah pensiun

Alain Prost pada tahun 2009.

Selama tahun 1994 dan 1995, Prost bekerja sebagai narasumber untuk saluran televisi asalPrancis, yaituTF1.[62] Dia juga bekerja sebagaihumas untuk timRenault.[62] Prost kemudian kembali ke tim lamanya,McLaren, dan bekerja sebagai penasihat teknik, dan juga berkompetisi dalam L'Étape du Tour, sebuah acara tahunan terbuka untuk umum yang mengambil tempat sebelumTour de France.[62] Walau bukan balapan resmi, para pembalap bertarung keras untuk posisi terdepan. Prost sendiri meraih posisi ke-12 di kategorinya, dan posisi ke-42 untuk keseluruhan dari 5.000 pembalap.[62]

Prost Grand Prix

Artikel utama:Prost Grand Prix

Pada musim 1989, Prost mulai memikirkan untuk memulai timnya sendiri, karena hubungannya dengan rekan satu timnya,Ayrton Senna, mulai berubah pahit. Prost danJohn Barnard, yang merupakan mantan kepala perancang diMcLaren, mulai mendirikan tim pada1990. Namun, kurangnya sponsor membuat hal ini menjadi tidak mungkin, sehingga Prost memutuskan untuk pindah bersama Ferrari. Setelah bertengkar dengan Ferrari pada akhir tahun1991, Prost menyadari dirinya tanpa tim untuk tahun1992, setelah gagal dalam negosiasi ekstensif denganGuy Ligier, mengenai membeli timLigiernya. Prost memutuskan untuk bergabung dengan Williams pada tahun1993.[63] Padamusim 1995, saat Prost bekerja untuk Renault, orang mulai berpendapat bahwa tim Prost-Renault dapat dibentuk dalam waktu dekat yang akan datang.[63]

Olivier Panis mengendarai Prost Grand Prix padaGrand Prix Kanada tahun1998.

Pada13 Februari1997, Prost membeli tim Liger dariFlavio Briatore, dan menamainya"Prost Grand Prix"[64] Tiga hari pasca pembelian, Prost menanda tangani kontrak tiga tahun dengan manufaktur mobil Prancis,Peugeot, yang memasok mesin tim padamusim 1998 hinggamusim 2000.[64] Untuk musim pertama tim, Prost mempertahankan salah satu pembalap Ligier padamusim 1996 yang berkebangsaanPrancis,Olivier Panis, yang memenangiGrand Prix Monako pada tahun tersebut. Olivier Panis sendiri ditemani oleh pembalapJepang,Shinji Nakano. Tim berlomba dengan mesinMugen-Honda yang dipergunakan Ligier musim sebelumnya. Hal ini tampak menjanjikan pada awal musim, di mana tim meraih dua poin pada Grand Prix pertamanya diAustralia, di mana Olivier Panis mengakhiri lomba di posisi kelima. Tim kemudian mencetak 13 poin lainnya, sebelum Olivier Panis mengalami patah kaki dalam kecelakaan padaGrand Prix Kanada. Dia kemudian digantikan oleh pembalapMinardi berkebangsaanItalia,Jarno Trulli. Dari situ, tim mulai mengalami penurunan dengan perlahan-lahan. Tim hanya mampu mencetak 5 poin selama proses pemulihan Panis. Panis kemudian kembali pada 3 akhir balapan. Prost GP akhirnya mengakhiri musim pertamanya di posisi keenam konstruktor, dengan meraih total 21 poin.[65]

Prost kemudian menjadi presiden Prost Grand Prix pada awalmusim 1998. KarenaPeugeot telah memasok mesin untuk Prost GP, Mugen-Honda memutuskan untuk memasok untuktim Jordan. Prost GP hanya mampu mencetak poin tunggalnya setelahJarno Trulli mengakhiriGrand Prix Belgia di posisi keenam.[65]

Musim 1999 menjadi musim krusial untuk Prost GP.[66] Prost kemudian merekrutJohn Barnard selaku konsultan teknik.[64] Perusahaan Teknologi Barnard B3 membantu Loic Bigois dan rancangan untuk AP02. Panis dan Trulli setuju untuk bersama dengan tim hingga akhir musim. Sementara mobil tidak dapat membuktikan diri menjadi perhatian utama, dan mesin Peugeot terbukti berat dan tidak dapat diandalkan.[67]

Musim terakhir Peugeot menjadi pemasok mesin untuk Prost memperlihatkan sedikit optimisme. Prost kemudian merekut teman satu timnya diFerrari musim 1991,Jean Alesi untuk menjadi pembalap utama dan juaraFormula 3000 tahun 1999 asalJerman,Nick Heidfeld untuk menemaninya. Musim ini ternyata kembali menjadi satu bencana lagi, di mana AP03 terbukti tidak dapat diandalkan dan sulit untuk dikendalikan. Hal semakin buruk ketika kedua pembalap terlibat dalam kecelakaan diGrand Prix Austria. Direktur teknik yang baru direkrut, Alain Jenkins, dipecat di pertengahan musim. Prost kemudian merestrukturisasi tim, dan merekerut Joan Villadelprat selaku direktur pengelola tim, serta merekrut Henri Durand selaku direktur teknik tim yang baru untuk menggantikan Jenkins.[64]

Musim 2001 memperlihatkan optimisme yang cukup tinggi untuk tim di manaFerrari setuju untuk menjadi pemasok mesin tim. Prost GP mulai berjalan di jalan yang benar.[64] Namun, uang mulai berkurang pada awalmusim 2002, dan Prost keluar dari bisnisnya, dengan meninggalkan hutang sekitar 30 jutaDolar AS.[64]

Setelah Prost GP

Alain Prost sedang membalap di ajang Trofi Andros musim 2009/10.

Padamusim 2002, Prost menghabiskan waktu dengan keluarganya dan berkompetisi dalam delapan balap sepeda, dan berada di posisi ketiga dalamGranite – Mont Lozère.[68] Prost juga membalap dalam seri balapan es Andros pada tahun2003, dan meraih posisi kedua dalam kejuaraan tersebut, di belakangYvan Muller.[69] Prost juga menjadi duta untuk Uniroyal, posisi yang dipegangnya hingga Mei 2006.[62]

Prost kemudian melanjutkan berkompetisi di Trofi Andros, dan memenangkan gelar dengan Toyota pada musim 2006/07 dan 2007/08.[70][71]

Untukmusim 2010, Aturan Olahraga FIA (Sporting Regulations) diubah, sehingga seorang mantan pembalap duduk di panel pengawas balapan (stewards). Prost merupakan salah satu pembalap pertama yang mengambil posisi ini, dalamGrand Prix Bahrain.[72]

Pada tahun 2012, pabrikan mobil asal Prancis, yaitu Renault, mengangkat Prost sebagai duta internasional mereka.[73]

Prost menyelesaikan acara AbsaCape Epic, sebuah acara balap sepeda gunung berjarak 700 km dan berdurasi delapan hari sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2012 dan 2013. Ia juga mengikuti acara ini pada tahun 2014, tetapi gagal mencapai garis finis.[74]

Pada bulan Oktober 2013, diumumkan bahwa Prost akan bergabung bersama dengan pemilik timDAMS, yaitu Jean-Paul Driot, untuk membentuk tim e.DAMS, yang akan berlaga di dalam ajangFormula E mulai dari bulan September 2014.[75] Pada bulan Juni 2014, diumumkan bahwa susunan pembalap untuk tim e.DAMS adalah putra Prost sendiri, yaituNicolas, dan mantan pembalap F1 yaituSébastien Buemi.[76] Tim ini lantas sukses memenangi gelar kejuaraan tim di musim perdana Formula E.[77]

Pada tahun 2017, Prost kembali lagi ke dalam ajang balap F1, tetapi kali ini perannya lebih sebagai penasihat spesial untuk timRenault.[78] Sejak bulan Juli 2019, ia menjabat sebagai direktur non-eksekutif di Renault Sport. Selama berlangsungnya balapan Formula Satu yang ke-1000, yaituGrand Prix Tiongkok 2019, Prost mendapat kehormatan untuk mengibarkan bendera kotak-kotak pada saat pembalap Mercedes, yaituLewis Hamilton, melewati garis untuk meraih kemenangan yang ke-75 di dalam kariernya.[79] Prost melanjutkan perannya di dalam Tim Formula Satu Renault, yang kemudian berganti nama menjadi "Alpine F1 Team" pada musim 2021, hingga bulan Januari 2022, pada saat kepergiannya dari tim diumumkan.[80]

Statistik

Daftar kemenangan lomba

Artikel utama:Daftar perlombaan Grand Prix Formula Satu yang dimenangkan oleh Alain Prost

Musim ke musim

MusimSeriTimBalapanMenangPoleF/LapPodiumPoinPosisi
1976Formula Renault PrancisMartini Renault Team15127012?ke-1
1977Formula Renault EropaMartini Renault Team1864010?ke-1
1978Formula Tiga EropaMartini Renault Team101112?Ke-9
1979Formula Tiga EropaMartini Renault Team1394611?ke-1
1980Formula SatuMarlboroMcLaren13000016Ke-5
1981Formula SatuEquipe RenaultElf15321643Ke-5
1982Formula SatuEquipe RenaultElf17364534Ke-4
1983Formula SatuEquipe RenaultElf15433757ke-2
1984Formula SatuMarlboroMcLaren International16733971,5ke-2
1985Formula SatuMarlboroMcLaren International165251173 (76)ke-1
1986Formula SatuMarlboroMcLaren International164121172 (74)ke-1
1987Formula SatuMarlboroMcLaren International16302746Ke-4
1988Formula SatuMarlboroMcLarenHonda167271487 (105)ke-2
1989Formula SatuMarlboroMcLarenHonda167271476 (81)ke-1
1990Formula SatuScuderia Ferrari16502971 (73)ke-2
1991Formula SatuScuderia Ferrari14001534Ke-5
1993Formula SatuCanonWilliamsRenault1671361299ke-1

Penghargaan

TahunPenghargaan
1985Autosport International Racing Driver Award
1994Autosport Gregor Grant Award
1999World Sports Awards of the 20th Century

Referensi

  1. ^The Independent (London), Nov 21, 1999, Akses: 8 Maret 2008;Jet, December 13, 1999, Retrieved 8 March 2008;Prostfan.com - ProfileDiarsipkan 2017-09-05 diWayback Machine.. Akses: 8 Maret 2008.
  2. ^Alain Prost final race with FerrariDiarsipkan 2018-02-18 diWayback Machine.,Scuderia Ferrari. Diakses 1 Januari 2018.
  3. ^"Prost, 38, Announces Retirement"Diarsipkan 2015-12-08 diWayback Machine.,Los Angeles Times, 25 September 1993
  4. ^"Andros Trophy: Without Dacia and Alain Prost - Auto123.com".auto123.com.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-03. Diakses tanggal24 June 2016. 
  5. ^"Press Release – ALAIN PROST TO MAKE RACING COMEBACK WITH TOYOTA".pressroom.com.au.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-13. Diakses tanggal24 June 2016. 
  6. ^"trophee – statistiques pilotes".tropheeandros.com. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2016-09-22. Diakses tanggal24 June 2016. 
  7. ^Roebuck, Nigel (1986)Grand Prix Greats p. 131 Book Club AssociatesISBN 0-85059-792-7
  8. ^Hall of Fame — Alain ProstDiarsipkan 2015-02-28 diWayback Machine., Formula1.com. Paragraph 6. Diakses pada16 Agustus2006.
  9. ^8W — Who? — Alain ProstDiarsipkan 2007-01-04 diWayback Machine., Forix.com. Paragraph 24. Akses: 16 Agustus 2006.
  10. ^Alain's BiographyDiarsipkan 11 May 2006 diWayback Machine. (1921–54), ProstFan.com. Retrieved 22 November 2006.
  11. ^""I Don't Speak Armenian, but I'm Armenian": Alain Prost – Living Legend of Formula One".armedia.am (dalam bahasa Inggris). 31 January 2019.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-02. Diakses tanggal7 February 2021. 
  12. ^Alain Prost SiblingsDiarsipkan 2017-09-05 diWayback Machine., ProstFan.com. Retrieved 25 September 2006.
  13. ^Donaldson, Gerald (30 January 2015)."Alain Prost | Formula 1®".Formula 1® – The Official F1® Website (dalam bahasa Inggris).Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-10-08. Diakses tanggal7 February 2021. 
  14. ^Hall of Fame —Alain ProstDiarsipkan 2015-02-28 diWayback Machine., Formula1.com. Paragraf 1. Diakses pada16 Agustus2006.
  15. ^Pooja (14 August 2020)."Learn More About Alain Prost's Wife Anne-Marie Prost, Married In 1980".Ecelebritymirror (dalam bahasa Inggris).Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-02. Diakses tanggal7 February 2021. 
  16. ^Pooja (13 August 2020)."Meet Victoria Prost – Photos Of Alain Prost's Daughter".Ecelebritymirror (dalam bahasa Inggris).Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-02. Diakses tanggal7 February 2021. 
  17. ^– Nicolas' career year by year, 2003 – 2018Diarsipkan 16 April 2008 diWayback Machine., ProstFan.com. Retrieved 17 August 2018.
  18. ^"Nico Prost to leave Renault e.dams after New York finale".FIA Formula E (dalam bahasa Inggris). 12 June 2018.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-09. Diakses tanggal7 February 2021. 
  19. ^abcMcBride, Stewart (8 November 1987)."Racing's Record Breaker".The New York Times.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-14. Diakses tanggal11 February 2011. 
  20. ^Alain Prost Information, ProstFan.comDiarsipkan 2006-05-11 diWayback Machine.. Diakses pada17 Agustus2006.
  21. ^There were several national Formula Renault championships in Europe.
  22. ^Alain ProstDiarsipkan 2006-10-30 diWayback Machine., GrandPrix.com. Retrieved October 2006.
  23. ^abRoebuck, NigelGrand Prix Greats 1986, p. 126. Book Club AssociatesISBN 0-85059-792-7
  24. ^abcRoebuck, NigelGrand Prix Greats 1986, p. 129. Book Club AssociatesISBN 0-85059-792-7
  25. ^abHall of Fame —Alain ProstDiarsipkan 2015-02-28 diWayback Machine., formula1.com. Retrieved 7 October 2006.
  26. ^"1981 F1 review".Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-12-27. Diakses tanggal2018-02-12. 
  27. ^Prost wins under a cloud of controversyDiarsipkan 2006-11-25 diWayback Machine., GPRacing.net192.com. Retrieved 25 January 2007.
  28. ^"1985 San Marino Grand Prix".GPRacing.net192.com. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2006-07-22. Diakses tanggal2006-10-07. 
  29. ^"Remises légion d'honneur". 1986.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-06. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  30. ^"1986 Australian Grand Prix".GPRacing.net192.com.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-25. Diakses tanggal2006-10-07. 
  31. ^"1986: Blow out ruins Mansell's title hopes". Autosport.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-03. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  32. ^"8W - Who? - Alain Prost".Forix.com Paragraph 18.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-01-04. Diakses tanggal2006-08-16. 
  33. ^"1987: Prost beats Stewart's record". Autosport.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-02. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  34. ^"What happened last time F1 used dropped scores?". The Race. 12 April 2020.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-10-19. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  35. ^"Hall of Fame - Alain Prost".Formula1.com Paragraph 7.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-28. Diakses tanggal2006-08-16. 
  36. ^"Grand Prix Results: Japanese GP, 1989".GrandPrix.com.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-06-20. Diakses tanggal2006-08-16. 
  37. ^Senna, Ayrton (1 Oktober 1998).MOTOR SPORT (Wawancara). Wawancara dengan Alain Prost. ProstFan.comhttp://www.prostfan.com/senna2.htm.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-08-28. Diakses tanggal18 Mei2009. Periksa nilai tanggal di:|accessdate= (bantuan);Tidak memiliki atau tanpa|title= (bantuan)
  38. ^Mansell, NigelMy Autobiography page 222 Collins WillowISBN 0-00-218497-4
  39. ^Graham, Brett (21 Oktober 2020)."EXCLUSIVE: The surprising aftermath to 'disgusting' accident at the 1990 Japanese Grand Prix". nine.com.au.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  40. ^Murray Walker & Simon TaylorMurray Walker's Formula One Heroes p. 108, paragraph 2. Virgin Books,ISBN 1-85227-918-4
  41. ^Zapelloni, Umberto.Formula Ferrari.Hodder & Stoughton. hlm. 17.ISBN 0-340-83471-4. Parameter|origmonth= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  42. ^"Sports People: Auto Racing; Prost is dropped from Ferrari team".The New York Times.The New York Times Company. 1991-10-30.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-10-25. Diakses tanggal2009-03-24. 
  43. ^Murray Walker & Simon Taylor,Murray Walker's Formula One Heroes p. 115, lines 6–9. Virgin Books,ISBN 1-85227-918-4
  44. ^Diepraam, Mattijs; Nyberg, Rainer (May 2001)."Subtlety redefined". 8w.forix.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-15. Diakses tanggal18 October 2012. 
  45. ^"Hall of Fame — Alain Prost".Formula1.com, paragraph 9.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-28. Diakses tanggal16 August 2006. 
  46. ^Menard and Vassal (2003), p. 138.
  47. ^Riccardo Patrese 1993Diarsipkan 2018-02-18 diWayback Machine., situs resmi Riccardo Patrese. Diakses 1 Januari 2018.
  48. ^ab"Ayrton Senna by Alain Prost".ProstFan.com, paragraph 50.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-08-28. Diakses tanggal12 October 2006. 
  49. ^"Prost wins in France after a huge accident". ESPN.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-07-13. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  50. ^Grand Prix Results: Portuguese GP, 1988Diarsipkan 2006-09-07 diWayback Machine..Situs Grand Prix.com. Diakses pada3 Juni2010.
  51. ^Hughes, Mark.The Unofficial Complete Encyclopedia Of Formula One. Hermes House. hlm. 72, baris 13–27.ISBN 1-84309-864-4. 
  52. ^abStuart, Greg (22 Oktober 2019)."Prost vs. Senna: The top 10 moments of F1's defining rivalry". Formula One Management.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  53. ^Hughes, Mark.The Unofficial Complete Encyclopedia Of Formula One. Hermes House. hlm. 75, baris 8–17.ISBN 1-84309-864-4. 
  54. ^Hughes, Mark.The Unofficial Complete Encyclopedia of Formula One. Hermes House. hlm. 75, baris 18–29.ISBN 1-84309-864-4. 
  55. ^Saward, Joe.Ayrton Senna attacks Jean-Marie BalestreDiarsipkan 2014-08-03 diWayback Machine..Situs Grand Prix.com,1 Oktober1991. Diakses pada3 Juni2006.
  56. ^Spencer, Ed (11 November 2022)."When Ayrton Senna sent the bookmakers running to the hills: The story of Brazil 1993". Total Motorsport.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-11-28. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  57. ^Allsop, Derick (1993).Designs on Victory: On the Grand Prix Trail With Benetton. Hutchinson.ISBN 0-09-178311-9. 
  58. ^Sebuah foto pada situsFarzads F1 Gallery.comDiarsipkan 2006-10-25 diWayback Machine.. Diakses pada4 Juni2010.
  59. ^Bagbey, Jordan.Ayrton Senna: Fourteen Years LaterDiarsipkan 2011-04-10 diWayback Machine..Situs Bleacher Report,30 April2008. Diakses pada4 Juni2010.
  60. ^Prost, Alain.Ayrton SennaDiarsipkan 2010-08-28 diWayback Machine..Situs Penggemar Alain Prost,1 Oktober1998. Diakses pada4 Juni2010.
  61. ^Hamilton, Maurice (1998).Frank Williams. Macmillan. hlm. 234.ISBN 0-333-71716-3. 
  62. ^abcdeAlain Prost - Curriculum VitesseDiarsipkan 2017-09-05 diWayback Machine..Situs Penggemar Alain Porst. Diakses pada4 Juni2010.
  63. ^abSaward, Joe.Team Prost - a dream or reality?Diarsipkan 2006-10-30 diWayback Machine..Situs GrandPrix.com,1 September1995. Diakses pada4 Juni2010.
  64. ^abcdefConstructors: Prost Grand PrixDiarsipkan 2006-08-16 diWayback Machine..Situs Grand Prix.com. Diakses pada4 Juni2010.
  65. ^ab"Prost says being a team manager his 'biggest mistake'". Crash Media Group. 13 Agustus 2015.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-02-12. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  66. ^Denoues, Jean-Michel, Patrick Camus, Jean-Marc Loubat.Formula 1 99. Queen Anne Press.ISBN 1-85291-606-0.
  67. ^"1999 Prost AP02 Panis". Formula 143.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-07-27. Diakses tanggal24 Maret 2023. 
  68. ^Alain Prost 2002 - Bicycle RacingDiarsipkan 2006-10-19 diWayback Machine..Situs Penggemar Alain Prost. Diakses pada5 Juni2010.
  69. ^Alain Prost - Winter 2003/2004. Andros Trophy Ice Racing Championship StandingsDiarsipkan 2006-10-19 diWayback Machine..Situs Penggemar Alain Prost. Diakses pada5 Juni2010.
  70. ^Alain Prost - Winter 2004/2005. Andros Trophy Ice Racing Championship StandingsDiarsipkan 2006-10-19 diWayback Machine..Situs Penggemar Alain Prost. Diakses pada5 Juni2010.
  71. ^Alain Prost - Winter 2005/2006. Andros Trophy Ice Racing Championship StandingsDiarsipkan 2006-11-10 diWayback Machine..Situs Penggemar Alain Prost. Diakses pada5 Juni2010.
  72. ^Beer, Matt.Prost joins stewards for BahrainDiarsipkan 2010-03-14 diWayback Machine..AutoSport.com,11 Maret2010. Diakses pada5 Juni2010.
  73. ^Vandezande, Luke (23 February 2012)."Alain Prost Named New Renault Brand Embassador". AutoGuide.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-28. Diakses tanggal18 October 2012. 
  74. ^"Absa Cape Epic Website".Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-06. Diakses tanggal29 October 2012. 
  75. ^"Alain Prost & Jean-Paul Driot team up for Formula E".FIA Formula E Championship. 24 October 2013. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal28 June 2015. 
  76. ^"Buemi & Prost sign for newly-titled e.dams-Renault".FIA Formula E Championship. 30 June 2014. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2014-07-06. Diakses tanggal28 June 2015. 
  77. ^Baldwin, Alan (28 June 2015). Ferris, Ken, ed."Renault to invest more in electric series".reuters.com. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2015-06-30. Diakses tanggal28 June 2015. 
  78. ^Gray, James (21 February 2017)."Renault target massive jump in championship and unveil F1 legend at new car launch".express.co.uk.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-20. Diakses tanggal13 July 2017. 
  79. ^Cooper, Adam (30 July 2019)."Prost takes non-executive director role with Renault F1 team".www.motorsport.com. Diarsipkan dariversi asli tanggal 30 July 2019. Diakses tanggal30 July 2019. Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  80. ^"Alain Prost slams Alpine for 'lack of respect' as departure is announced".Sportslumo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal2022-03-13. 

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Cari tahu mengenai Alain Prost pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Pranala ke artikel terkait

Jabatan olahraga
Didahului oleh:
Niki Lauda
1984
Juara dunia pembalapFormula Satu
1985-1986
Diteruskan oleh:
Nelson Piquet
1987
Didahului oleh:
Ayrton Senna
1988
Juara dunia pembalapFormula Satu
1989
Diteruskan oleh:
Ayrton Senna
1990
Didahului oleh:
Nigel Mansell
1992
Juara dunia pembalapFormula Satu
1993
Diteruskan oleh:
Michael Schumacher
1994-1995
   
Personel
Pendiri
Duta
Sekarang
Mantan
Pembalap
Pembalap aktif
Pembalap cadangan
Pembalap pengujian dan pengembangan
Program Pembalap Muda
Juara dunia F1
Pemenang balapan
Mantan Pembalap
Gelar juara dunia Formula Satu
Juara dunia pembalap
Juara dunia konstruktor
Mobil
Formula Satu
Formula Dua
Mobil sport
USAC/IndyCar
F5000/Libre
Pengembangan mobil
Artikel terkait
Pembalap
Pembalap F1 sekarang
Pembalap F1 lainnya
Ferrari Driver Academy
Juara Dunia F1
Juara balap F1
Personel
Sekarang
Mantan
Mobil
Formula Satu
Formula Dua
IndyCar/CART
Mobil sport
Gelar Formula Satu
Gelar pembalap
Gelar konstruktor
Terkait
Pendiri
Kepala tim
Personel saat ini
Mantan personel
Pembalap Saat Ini
Akademi pembalap
Juara Dunia
Mantan pembalap
Gelar pembalap
Gelar konstruktor
Pemenang balapan
MobilFormula Satu
MobilFormula Dua
Prototipe Le Mans
Mobil reli
Mobil touring

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alain_Prost&oldid=26840771"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2025 Movatter.jp