Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Akuifer
Akuifer atauponot adalah lapisan yang terdapat di bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Lapisan akuifer mengandung formasi batu-batuan yang mampu melepaskan air dalam jumlah yang banyak.[1] Air yang keluar dalam jumlah banyak mampu membentuk mata air. Melalui akuifer inilahair tanah dapat diambil. Penelitian aliran air di akuifer dan karakterisasi akuifer disebuthidrogeologi. Aquifer ada dalam berbagai kedalaman. Misalnya,Pegunungan Atlas diAfrika Utara,Gunung Lebanon danAnti-Lebanon diSuriah,Palestina, danLebanon,Jebel Akhdar diOman, danSierra Nevada memiliki akuifer dangkal yang dieksploitasi untuk mengekstraksi air.
Kerak Bumi dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni zonajenuh ataufreatik dan zona tak jenuh atauvados. Zona freatik adalah area yang seluruh ruang kosongnya terisi oleh air, seperti akuifer, akuitard, dan sebagainya.[2] Sebaliknya, zona vados adalah area dalam tanah yang masih memiliki ruang untuk diisi oleh lebih banyak air.[3]
Kondisi jenuh merupakan kondisi ketikapressure head air lebih besar daripadatekanan atmosfer. Dengan demikian, tekanan ukur untuk kondisi tersebut lebih dari nol. Pada muka air tanah, pressure head air sama dengan tekanan atmosfer, sehingga tekanan ukur pada kondisi tersebut sama dengan nol. Kondisi tak jenuh merupakan kondisi area di atas muka air tanah dengan pressure head negatif.[4]
Akuifer merupakan daerah di bawah tanah yang mampu mengalirkan air dalam jumlah yang cukup untuk menyediakan air bagisumur danmata air. Zona yang mengalirkan air lebih lambat dibandingkan akuifer disebut akuitard. Akuitard mampu mengalirkan air dalam jumlah yang kecil sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan air sumur. Sementara itu, akuiklud adalah formasi geologis jenuh yang mampu menyimpan air, tetapi sulit untuk mengalirkannya.[5]
Akuifer dapat berupa formasi batuan sepertikerikil,paras, batu kapur, dan sebagainya. Akuitard dapat berupa formasi pasir berlumpur yang memilikipermeabilitas rendah. Tanah lempung dan serpih dapat dikategorikan sebagai akuiklud karena tidak mampu mengalirkan air dalam jumlah yang berarti.[5]
Akuifer juga dapat dibagi menjadi akuifer terkekang dan akuifer bebas. Akuifer bebas, juga disebut sebagai akuifer muka air atau akuifer freatik, adalah akuifer yang batas atasnya berupa muka air atau permukaan freatik. Akuifer bebas tidak memiliki lapisan pembatas seperti akuiklud dan akuitard di atasnya. Umumnya, akuifer yang berada paling dekat dengan permukaan Bumi merupakan akuifer bebas. Sebaliknya, akuifer terkekang merupakan akuifer yang dibatasi oleh lapisan pembatas seperti tanah lempung di atasnya.[6] Lapisan pembatas ini dapat melindungi akuifer terkekang terhadap kontaminasi dari permukaan Bumi. Meskipun demikian, akuifer terkekang tetap dapat terkontaminasi akibat aktivitas pertambangan.[7]
Apabila perbedaan geologis antara akuifer bebas dan terkekang tidak begitu jelas, klasifikasi akuifer dapat ditentukan melalui nilai storativitas yang didapatkan dari uji akuifer. Akuifer terkekang umumnya memilki nilai storativitas kecil (antara10−5 hingga 0.001), sementara akuifer bebas memiliki nilai storativitas lebih tinggi (antara 0.01 hingga 0.35). Meskipun demikian, data yang didapatkan dari uji akuifer harus diimbangi dengan data lainnya karena nilai storativitas juga bergantung pada ketebalan akuifer, besar batuan, bentuk pori, dan faktor-faktor lainnya.[8]
Akuifer dapat dikategorikan sebagai akuiferisotropik apabila konduktivitas hidrauliknya (K) sama saat ditinjau dari semua arah. Sebaliknya, apabila konduktivitas hidraulik akuifer berbeda saat ditinjau dari arah yang berbeda, maka akuifer tersebut dikategorikan sebagai akuifer anisotropik. Akuifer semi terkekang dengan satu atau lebih akuitard dikategorikan sebagai sistem anisotropik karena memiliki konduktivitas hidraulik horizontal (Kh) dan vertikal (Kv) yang berbeda meskipun pada kasus tertentu memiliki lapisan-lapisan pembatas isotropik.[9]